Kisah Geng Hambar dari Ringinsari

Penulis: Athiful Khoiri

Ada yang bilang, Tuhan tertawa paling keras saat menciptakan desa ini. Bukan buruk, tapi karena orang-orangnya terlalu percaya diri. Di Ringinsari, ada yang percaya bahwa semburan api di kompor bisa membaca nasib. Ada pula yang menganggap kentut malam hari pertanda datangnya rezeki. Dan yang lebih parah adalah kepercayaan kolektif bahwa sejarah desa mereka ditulis sosok malaikat yang mabuk tuak aren.

Ringinsari bukan desa terpencil. Letaknya tak jauh dari kota, hanya tiga tanjakan dan dua tikungan dari minimarket modern yang menjual mi instan dan sabun berlabel Korea. Tapi kehidupan di sana seperti suasana dalam novel lama yang belum selesai ditulis karena penulisnya keburu jatuh cinta pada tokoh fiksi ciptaannya sendiri.

Empat sekawan menguasai denyut nadi wilayah ini. Mereka bukan geng dengan jaket kulit atau senjata tajam. Mereka bersenjata mulut, gosip, nasi rames, dan dendam yang diwariskan turun-temurun. Kalau ada yang berani bikin onar, jangan lapor polisi, cukup panggil Nyai Hambar.

Detail Buku:

Halaman             : 119 halaman

Ukuran                : 14 x 21 cm

Harga                  : –

© All Rights Reserved.