Bangsa Arab Bersatu Melawan Musuh yang Sama


Rasulullah SAW diutus di jazirah Arab pada persimpangan dua peradaban besar, yaitu Romawi dan Persia. Rasulullah SAW diutus untuk seluruh umat manusia, namun di daerah gurun nan gersang dengan karakter masyarakat yang terdiri berbagai suku dan kabilah dengan watak keras dan hobi bertikai beliau justru beliau dilahirkan di daerah tersebut.

Sejak berabad-abad lamanya, dari masa kelasik hingga masa kolonialisasi, Jazirah Arab terkhusus kota Haram memang tidak pernah merasakan penjajahan dari bangsa asing. Bahkan dua kekuatan Adi kuasa saat itu, Romawi dan Persia tak kuasa menaklukkannya, padahal keduanya memiliki armada pasukan yang besar yang secara logika bisa menaklukkan Jazirah Arab, namun mereka hanya selalu bertikai di daerah utara jazirah Arab sekitar Syam.

Alasannya, bisa jadi karena Jazirah Arab yang dipenuhi padang pasir dianggap bukan daerah yang strategis, menarik dan primodana untuk dikuasai, atau karena memang Jazirah Arab dengan karekteristik masyarakat yang keras dan kejam sehingga tidak ada yang dapat menjajahnya, walaupun itu sekelas Romawi, Persia, atau Inggris pada masa imprealisme. Yang jelas, daerah Haram memang dijamin dilindungi oleh Allah SWT sampai kapan pun. Sebagai contoh, raja Abrahah dengan pasukan gajahnya luluh lantah dihajar oleh pasukan burung yang membawa batu panas yang menghabiskan seluruh pasukannya. Atas peristiwa itu, tahun itu pun lantas diberi nama Tahun Gajah, sekaligus tahun dimana Rasulullah SAW dilahirkan, bertepatan 571 Masehi.

Siapa yang menyangka nabi utusan Allah yang terakhir dikirim ke jazirah Arab, yang lantas membuat heran dan tidak percaya masyarakat pada saat itu. Karena nabi-nabi sebelumnya bukan berbangsa Arab dan kebanyakan diutus di daerah Syam atau di sekitar Palestina kalau saat ini. Justru Rasulullah SAW dikirim ke daerah yang masyarakatnya jahil, sulit diatur, keras, rasis, tidak manusiawi dan terkenal hobi perang dan berselisih. Namun Allah yang Maha Tahu, justru dengan kondisi seperti itulah Rasulullah SAW diutus di daerah tersebut.

Namun yang menjadi kelebihan orang-orang Arab pada saat itu adalah mereka sesungguhnya orang yang cerdas, terutama dalam bidang sastra. Itu lah mengapa Al-Qur’an diturunkan sebagai mukjizat terakhir yang berisi kalam-kalam indah nan menakjubkan, yang tidak saja memuat tetang hukum, sejarah, ajaran kebaikan dan fakta ilmiah dan kebenaran namun juga disusun dengan kaedah ilmu bahasa dan sastra yang maha tinggi. Bahkan di salah satu ayatnya Allah sampai menantang, jika ada yang tidak yakin, maka buatlah satu ayat saja yang semisal Al-Qur’an.

Melalui berbagai keajaibannya inilah, Al-Qur’an dapat menandingi semua karya sastra terbaik bangsa Arab hingga merasuk dan meluluhkan hati dan mendamaikan jiwa-jiwa mereka. Dengan kepribadian dan mukjizatnya inilah Rasulullah SAW hadir sebagai pencerah kehidupan, pembawa nilai-nilai kemanusiaan universal, role model keadilan sejati, sehingga wajar orang-orang yang dahulu sangat membenci dan memusuhi beliau menjadi orang yang paling cinta dan sayang terhadap beliau, bahkan seluruh anggota badannya, setiap tetas darah yang mengalir siap menjadi tameng untuk menggantikan nyawa Rasulullah SAW.

Dari sejarah singkat di atas kita dapat mengambil pelajaran. Pertama, kita lihat saat ini mungkin kita berfikir kenapa bangsa atau negara-negara Arab atau Timur Tengah walaupun sama-sama beragama Islam tetapi sulit sekali saling mendukung dan bersatu, sering kali kebijakannya saling bertentangan, bahkan tidak sedikit berujung kepada perang fisik, seakan tidak henti-hentinya saling bertikai dan menjatuhkan, sangat sulit sekali membayangkan terjadinya perdamaian.

Menurut hemat penulis, hal ini memang karakter bangsa Arab dari dahulu. Memang menyatukan bangsa Arab itu tidak mudah, makanya Rasulullah SAW justru diutus di situ. Siapa yang bisa menyatukan Arab dan bangsa-bangsa lainnya pada saat itu sebelum kedatangan Rasulullah SAW? Bahkan seketika Rasulullah SAW wafat, umatnya kembali dalam perpecahan dan bertikai hingga saat ini. Muncullah kelompok khawarij misalnya, konflik antara ibunda Aisyah RA dan keturunan Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabat, muncul pula Sunni dan Syiah, bahkan Bani Ummayah dan Abbasiyah berdiri juga hasil dari pertikaian di antara umat Islam itu sendiri.

Memang harus ada sosok yang yang luar biasa yang bisa menyatukan bangsa Arab secara khusus dan umat Islam secara keseluruhan. Makanya di akhir zaman nanti akan muncul sosok pemimpin kaum muslimin (Al-Mahdi) serta diturunkannya kembali nabi Isa AS, sebagai sosok pribadi yang istimewa yang dapat meluruskan ajaran yang sesat dan menyatukan umat Islam semuanya.

Pelajaran yang kedua adalah, kenapa saat ini bangsa Arab sangat marah dengan perlakuan presiden Perancis, Emmanuel Marcon, dan sebagian warganya yang mendeskreditkan Islam dan menghina nabi Muhammad SAW. Seakan-akan bangsa-bangsa Arab bersatu melawan musuh yang sama. Dengan serentak mereka mengecam Perancis, dan dengan inisiatif memboikot produk Perancis dan ada beberapa yang melakukan aksi demonstrasi.

Seketika itulah umat Islam dapat bersatu jika nabinya dihina. Sejarah dan latar belakang panjang sebelumnya menggambarkan begitu sulitnya bangsa-bangsa di sekitar Jazirah Arab ini untuk disatukan, sebelum akhirnya Rasulullah SAW diutus dengan kepribadian yang sangat mulia mendamaikan semuanya.

Bangsa Arab memiliki karakter yang sudah terbentuk, mereka sudah terlanjur sangat mencintai nabinya, karena dengan nabinya itu mereka dapat bersatu dan menemukan kasih sayang dan keadilan. Mungkin saja saat ini mereka tidak saling peduli jika ada umat Islam di negara lain disiksa dan diperlukan tidak adil, bahkan ada sebagian negara Arab yang terang-terangan mendukung Israel dan negara lain yang jelas-jelas menindas umat Islam. Namun mereka tidak akan tinggal diam jika nabinya dihina dan dilecehkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *