Cinta Nabi Harga Mati

Posted by

Para rasul utusan Allah sepanjang sejarah adalah manusia biasa. Mereka makan, minum, tidur, kawin, dan berkeluarga, serta hidup bergaul di masyarakat, kemudian mati. Para rasul Allah memiliki kesamaan tugas, yaitu memimpin manusia untuk mengenal Tuhan dan beribadah kepada-Nya serta menuntun hidup menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Rasul-rasul yang Kami utus sebelummu, mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Kami jadikan satu dengan yang lain antara kamu sebagai cobaan. Dapatkah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat. (QS 25:20).

Allah swt memilih para rasul dan mengaruniai keutamaan agar mereka kuat mengemban risalah dan menjadi teladan manusia. (QS 22:75-76).

Muhammad bukanlah ayah siapa pun di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Allah Maha Tahu atas segalanya. (QS 33:40).

Muhammad adalah Utusan Allah. Mereka yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, kasih sayang antara sesamanya. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud dalam shalat mencari karunia Allah dan ridha-Nya. Di wajah mereka ada tanda-tanda bekas sujud. Itulah perumpamaan mereka dalam Taurat dan perumpamaan mereka dalam Injil: seperti benih tanaman yang mengeluarkan tunas, kemudian bertambah kuat, lalu bertambah besar, dan tegak di atas batangnya; menyebabkan para penanam takjub bercampur gembira. Akibatnya orang-orang kafir jadi marah kepada mereka. Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan mengerjakan amal kebaikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS 48:29).

Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya pun telah berlalu rasul-rasul. Apabila dia mati atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang? Siapa yang berbalik ke belakang, sama sekali takkan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur. (QS 3:144 ).

Ketika perang Uhud berkecamuk tersiar berita bahwa Nabi Muhammad saw mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan sebagai pemimpin kaum Quraisy. Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Muhammad seorang nabi, tentulah ia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang munafik.

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, kerabatmu, harta kekayaan yang kamu peroleh, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, – lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan Keputusan- Nya.” Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasik. (QS 9:24).

Katakanlah, “Kalau kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku. Allah akan mencintai kamu dan mengampuni segala dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 3:31).

Orang-orang mukmin ialah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan tak pernah ragu, berjuang di jalan Allah dengan harta dan nyawa. Mereka itulah orang-orang yang tulus hati. (QS 49:15).

Hai Nabi, berjuanglah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik; dan bersikap-keraslah terhadap mereka. Tempat tinggal mereka neraka jahanam. Itulah tempat kembali yang terburuk. (QS 66:9).

Hai orang-orang yang beriman, akan Kutunjukkankah kepadamu suatu perniagaan yang akan menyelamatkan kamu dari azab yang berat? Kamu beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, dan kamu berjuang sepenuh tenaga di jalan Allah dengan harta dan dirimu. Itulah yang terbaik untukmu kalau kamu tahu. Ia akan mengampuni dosamu dan memasukkan kamu ke taman-taman surga, di dalamnya mengalir sungai-sungai, dan tempat-tempat kediaman yang indah dalam taman-taman yang abadi. Itulah kemenangan yang besar. (QS 61:10-12).

Hai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Allah akan mendatangkan golongan lain. Ia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya; rendah hati terhadap sesama mukmin, dan bersikap keras terhadap orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah, tiada takut akan celaan orang siapa pun yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah meliputi segalanya dan Ia Maha Tahu. (QS 5:54).

Apakah kamu mengira akan dibiarkan, padahal Allah belum mengetahui siapa yang berjihad di antaramu, dan tiada teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang beriman? Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 9:16).

Hai Nabi, berjuanglah melawan orang kafir dan munafik, dan bersikap-keraslah terhadap mereka. Tempat tinggal mereka neraka jahanam. Itulah tempat kembali yang terburuk. (QS 9:73).

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah, apakah amal yang paling utama?” Nabi menjawab, “Shalat tepat waktu.” “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbuat baik kepada kedua orangtua.” “Kemudian apa?” Jawab beliau, “Jihad di jalan Allah.” “Lalu saya diam. Jikalau saya bertanya lagi, tentu Nabi saw menambahkan jawaban.” (HR Bukhari).

Tiga amal kebajikan yang utama tersebut itu merupakan lambang ketaatan lainnya. Siapa yang mengabaikan shalat, ia akan lebih mengabaikan lain-lainnya. Siapa yang tidak berbuat kebajikan kepada kedua orang tuanya, ia akan lebih sedikit berbuat kebaikan kepada selain keduanya. Siapa yang meninggalkan jihad menghadapi orang-orang kafir, terhadap berbagai kefasikan akan lebih tidak peduli. (Ibnu Hajar al-‘Asqalaniy).

“Tak seorang Nabi pun diutus Allah kepada suatu umat sebelumku, kecuali ia memiliki pengikut-pengikut setia dari umatnya dan beberapa sahabat yang melaksanakan sunnahnya serta mengikuti perintahnya. Kemudian datang sesudah mereka pengganti. Mereka mengucapkan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan. Maka, siapa yang berjuang menghadapi mereka dengan tangannya, ia mukmin. Siapa yang berjuang menghadapi mereka dengan lisannya, ia mukmin. Siapa yang berjuang menghadapi mereka dengan hatinya, ia mukmin. Selain itu tak tersisa lagi iman, walau sebiji sawi.” (HR Muslim dari Abdullah Ibn Mas’ud).

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan manusia semua.” (Nabi Muhammad saw).[]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *