Doa Mohon Kemudahan Menghadapi Persoalan

Posted by

Oleh: Mushlihin

Doa adalah kunci ibadah. Kebaikan dan manfaatnya sungguh istimewa. Kadang di luar nalar manusia. Nabi Ayub dibebaskan dari penyakit yang menyiksanya sekian lama. Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan. Nabi Yusuf selamat dari godaan perempuan.

Setiap muslim seyogyanya menggunakan doa-doa pilihan dari Alquran. Singkat namun indah kedengarannya dan bermakna. Lakukan dengan penuh khusyuk dan penghayatan yang tinggi.

Masing-masing keadaan ada doanya. Sesulit apapun persoalannya akan dimudahkan. Asal mau membaca surat Thaha ayat 25-28.

 رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي

Robbis rohli sodri (Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku)

وَيَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي

Wayassirli amri. (dan mudahkanlah untukku urusanku).

وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةٗ مِّن لِّسَانِي

Wahlul uqdatan millisani (dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku).

  يفقهواقولي

Yafqohu qouli. (supaya mereka mengerti perkataanku.

Ayat di atas banyak yang hafal. Karena selalu dibaca saat mulai belajar. Juga sebagai mukadimah berpidato. Ternyata kegunaannya luar biasa.

Manfaat pertama kita menjadi lapang dada. Hati diterangi iman. Hilangnya ketergantungan hati pada dunia. Tidak terlalu bersedih bila gagal mencapai yang diinginkan. Misalnya jodoh, anak, harta, dan jabatan. Sebaliknya tidak takut menghadapi musuh, penjahat, dan musibah. Dunia terasa kecil. Bagaikan lalat, kutu atau bakteri dalam pandangannya.

Kebaikan kedua dimudahkan semua urusan. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan.

Sedang keutamaan ketiga lidah tidak kaku. Pembicaraan lancar sehingga orang lain cepat mengerti yang disampaikan.

Dalam sebuah syair dikatakan, “Lidah seseorang adalah setengah tubuhnya, setengahnya lagi adalah hatinya…” Seseorang hanya dipandang karena hati dan lidahnya. Tanpanya manusia tak ubahnya laksana binatang yang hina atau patung yang dipahat.

Bahkan berkat lidah, Adam mengungguli malaikat di surga. Dengan izin Allah, nenek moyang manusia itu mampu menyebutkan secara jelas nama-nama benda. Keterangan lebih lanjut lihat Mushaf Al Hadi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *