Guru sebagai Penulis

Posted by

Guru merupakan salah satu pendidik yang sangat berjasa membangun kompetensi dasar yang sangat diperlukan siswa sejak awal pendidikan hingga akhir pendidikan pada jenjang yang tertinggi. Bahkan masa-masa setelah pendidikan tertinggi hingga akhir hayat. Kompetensi dasar itu sering kali disebut literasi fundamental (reading, writing dan arithmatics). Menulis grafis dan menulis fungsional sangatlah penting bagi setiap siswa, karena dapat membantu siswa berkomunikasi secara baik dan benar dengan orang lain. Kemampuan menulis siswa salah satunya dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam menulis.

Keterampilan menulis secara grafis sangat diperlukan, sehingga tulisan anak bisa dibaca, karena ada kecenderungan tulisan anak-anak sekarang sulit dibaca. Demikian juga isi tulisan anak harus fungsional, sehingga readible dan komunikatif. Semua anak seharusnya mampu tunjukkan ketrampilan menulis yang, baik dan benar, namun prakteknya tidak sedikit mereka mengalami kesulitan dalam menulis. Yang jelas keterampilan menulis tidak hanya bermanfaat selama belajar di sekolah dan kampus saja, melainkan pada saatnya nanti di dunia kerja.

Untuk menjadikan anak-anak terampil menulis, harus dimulai dari guru yang memiliki keterampilan menulis. Yang bisa disebut juga guru sebagai penulis. Guru harus bisa jadi model bagi siswa untuk menulis. Padahal tidak sedikit guru yang mengalami kesulitan menulis. Guru seharusnya memiliki keterampilan menulis, yang di antaranya menulis grafis, menulis jurnal harian, menulis laporan kasus, menulis artikel, menulis buku teks, menulis laporan penelitian.

Untuk menjadikan guru terampil menulis, sangat diperlukan fasilitasi penulis profesional. Guru perlu ikuti paket program peningkatan keterampilan menulis dengan sejumlah sesi yang diperlukan. Selain itu dilanjutkan dengan pendampingan dan mentoring oleh penulis profesional di sekolah sekaligus praktek di lapangan dengan bertumpu pada kebutuhan menulis siswa, jika diperlukan. Jika perlu dilakukan workshop oleh penulis profesional bagi guru-guru yang perlu meningkatkan keterampilan menulis.

Guru sebagai penulis yang memiliki komitmen tinggi akan selalu mengupgrade sumber-sumber rujukan pembelajaran, sehingga materi pembelajaran akan dijamin memiliki ke-uptodate-an sbg hasil revisi guru, yang terus menerus produktif menulis.

Guru untuk mampu menjadi penulis, harus terus menjaga komitmennya membiasakan membaca berbagai referensi, terutama buku atau bacaan lain yang sebidangnya. Dengan membaca akan mampu meningkatkan perbendaharaan istilah-istilah teknis, sehingga mampu bikin tulisan dengan narasi dan gaya tulisan yang lebih mencerahkan dan sesuai dengan konteksnya. Selain membaca juga bisa diperkaya dengan interaksi dengan siswa dan lingkungan serta setting lainnya.

Apalagi dewasa ini referensi sangat terbuka. Kebebasan berekspresi dan sharing dengan ide-ide baru sangat mungkin dapat memberikan ruang untuk munculnya tulisan-tulisan kreatif yang tidak saja terkait dengan pengembangan intelektual, melainkan juga yang bersifat emosional, bahkan yang bernuansa religius.

Guru sebagai penulis yang dengan pengalaman berproses menjadi penulis itu penting sekali, apakah terkait denga tanggung jawab dan resiko yang harus dihadapi, terutama sebagai penulis pemula yang menghadapi banyak koreksi, ditolak tulisan artikel, ditolak tulisan naskah buku, dan sebagainya. Suasana emosi yang menyertai proses menjadi penulis juga sangat membantu dalam membimbing siswa menulis. Bisa lebih cepat memahami kesulitan yang dihadapi siswa.

Untuk mengakselerasi keterampilan menulis bisa juga dilakukan oleh guru-guru dengan prioritas guru-guru yang hobby menulis dan terus melebar ke yang lainnya. Walaupun idealnya setiap guru harus terampil menulis. Tentu untuk menjaga kesinambungan dan meningkatkan produktivitas menulis perlu dibuatkan media untuk mengakomodasi tulisan karya guru.

Jika guru bisa produktif menulis, maka pengalaman yang berharga tidak hilang dan akan terdokumentasi dan terbukukan. Yang bisa dinilmati oleh siapapun yang bisa tembus waktu dan tempat. Guru setiap hari dengan pengalaman yang sering berbeda, bisa menjadi modal penting untuk suatu tulisan.

Semoga dengan tulisan itu bisa menjadi amal kebaikan yang akan mengalirkan pahala ilaa yaumil qiyaamah. Guru sebagai penulis adalah sesuatu yang membanggakan dan membahagiakan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *