In Memoriam Dr. H. Syaifan Nur, M.A. (1962-2020)

masa-kini.id. – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali berduka, hari ini 29 Juni 2020 salah satu dosen terbaiknya dan Dekan tahun 2011-2014 meninggal dunia pukul 03.20 di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta karena sakit.

Baca juga : Sosok Prof. Dr. H. Suryadi, M.Ag. Dari Kawan hingga Menjadi Penguji Disertasi

Dr. Syaifan Nur, M.A. (empat dari kanan) bersama Buya Syafii Maarif, KH. Hasyim Muzadi, Muhammad Alfatih Suryadilaga dalam sebuah seminar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Beliau dilahirkan di Aceh 18 Juli 1962. Beliau menghembuskan nafas terahir dalam usia 58 tahun kurang 20 hari. Beliau selain menjadi dosen tasawuf di prodi AFI baik sarjana maupun magister sejak tahun 1988. Selain itu juga menjadi assesor BAN-PT sejak tahun 2010 dan Wakil Ketua Tim PAK di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jabatan terakhir beliau adalah ketua Senat Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan Sekretaris Drs. H. M. Yusuf, M.Si.

Selama menjadi ASN 32 tahun lamanya beliau menempati jabatan akademik Lektor Kepala IV B. dan beliau sedang mengikuti percepatan guru besar UIN Sunan Kalijaga dan beragam kegiatan lain lewat IA Schoolar dengan mempersiapkan beberapa artikel untuk penerbitan di Jurnal Internasional.

Baca juga : Dr. KH. Mahfudz Masduki, M.A. Akademisi Penuh Dedikasi

Jenjang jabatan akademik yang tinggi tersebut melihatkan sosok Pak Syaifan Nur selain pengajar juga aktif menulis baik dalam bentuk buku maupun jurnal. Salah satu buku beliau adalah Filsafat Mulla Shadra yang diterbitkan Teraju tahun 2003. Artikel khas tasawuf juga diterbitkan di beragam jurnal ilmiah seperti Esensia Jurnal Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan judul Sufism of archipelago history, thought and movement. Tulisan tersebut bersama Prof. Dr. H. Dudung Abdurrahman, M.Hum tahun 2017.

Selain itu juga ditemukan tulisan beliau di jurnal Refleksi prodi AFI Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam dalam beberapa kali tulisan. Tulisan pertama di tahun 2015 dengan judul Sufi Healing Praktik Pengobatan Spritual di Desa Cangkrep Kabupaten Purworejo. Sementara di tahun 2017 dengan judul Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujudiyah di Indonesia tahun 2017. Selang tiga tahun yakni tahun 2020 beliau juga menulis di jurnal tersebut dengan tajuk Jalan Iluminasi Mistisme Hazrat Inayat Khan (1882-1927).

Baca juga : Pak Chaliq di Mata Mahasiswa dan Kawan

Tulisan lain beliau dapat ditelusuri di Jurnal Kanz Philosopia tahun 2012 dan 2013. Kedua artikelnya adalah dengan judul Epistemologi dan Tanggung Jawab Ilmiah, Kritik atas Pemikiran Tasawuf Al-Raniri.

Beliau selain akademisi yang mengembangkan kajian tasawuf juga menjadi praktisi. Beliau aktif dengan tarekat yang dikembangkan oleh Abah Anom Suralaya. Beliau menjadi rujukan setiap pertemuan rutin kajian tasawuf di Yogyakarta.

Dr. Syaifan Nur, M.A. (Foto: Istimewa)

Selama tiga tahun membersamai beliau sebagai Dekan tahun 2011-2014 beliau sangat berwibawa dalam menjalankan tugasnya. Selain itu sosok beliau murah senyum dan selalu mudah dan entengan. Beliau menjabat Dekan tidak selama empat tahun karena ada kebijakan di UIN Sunan Kalijaga tentang pelantikan pejabat baru dekanat serentak berbarengan setelah pejabat Rektor dilantik oleh Menteri Agama.

Beliau, Dr. Syaifan Nur, M.A. meninggalkan seorang isteri Dra. Marfiyah dan dua orang anak. Salah seorang putrinya yang pertama sedang mengandung cucu beliau yang kabarnya kembar dua orang. Selamat jalan Pak Syaifan. Kesan kebaikan yang selalu ditaburkan menjadi kebaikan yang terus dikenang oleh mahasiswa, kolega, dan kawan. []

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *