Jangan Beri Ruang untuk Predator Seksual

Posted by

Oleh: Sekar Anindyah Lamase*)

Kejahatan seksual masih ada dimana pun Anda berada, semakin hari semakin maraknya para pelaku kejahatan seksual yang terjadi baik di ruang privat maupun publik. Angka kekerasan seksual dapat terus bertambah jumlahnya mengingat betapa sulitnya akses penyintas untuk mendapatkan dukungan untuk menyuarakan apa yang dialami mereka.

Belum lagi proses peradilan yang seringkali tidak berorientasi kepada penyintas dan malah berpotensi menimbulkan trauma baru bagi penyintas serta pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Akhir-akhir ini, berulang kali di sosial media banyak sekali utas yang menceritakan bahwa telah terjadi kekerasan seksual. Sekarang, kebanyakan para penyintas mengambil jalan melalui sosial media agar diketahui publik dan “di-blow up” sebagai upaya terakhir mereka demi memberi hukuman sosial kepada pelaku setelah berbagai upaya konsolidasi gagal memenuhi tuntutan dari para penyintas.

Perbuatan kejahatan seksual timbul dari sifat ingin mendominasi individu lain, menunjukkan kekuatan dengan cara menghancurkan korban secara fisik serta mental.

Apapun jenisnya, tindakan pelecehan dan pemerkosaan adalah suatu bentuk penindasan. Pelecehan dan/atau pemerkosaan dapat terjadi kepada semua orang, tidak hanya terjadi pada perempuan. Perbuatan tersebut tidak mengenal batasan gender bahkan umur, karakter fisik dan sifat yang bisa serta merta jadi pembenaran untuk tindakan tersebut. Tindakan tersebut tidak mengenal jam malam, tempat, kondisi, dan lainnya. Hal ini dapat terjadi kapan dan dimana saja.

Para pelaku sudah seharusnya mendapatkan hukuman yang setimpal, mirisnya masih banyak yang menganggap kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan sebagai hal yang normal dan lumrah saja. Semua kejahatan seksual yang dilakukan berapapun korbannya tetaplah merupakan sebuah tindak kriminal yang keji dan tentu tidak dapat ditolerir lagi.

Bahwa tidak ada satupun orang yang pantas dilecehkan dan tidak ada satupun orang yang mengharapkan, menginginkan, serta meminta dilecehkan atau diperkosa. Tidak ada!

Tindakan kejahatan seksual yang mengancam ruang aman bagi siapapun di dalam ruang kolektif tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan. Semua orang berhak merasa nyaman dan aman dimanapun tempatnya, untuk itu jangan beri ruang untuk para predator seksual.

Tanpa adanya penanganan, kasus dan korbannya akan bertambah. Kita sendiri perlu bertindak agar pelaku dapat diadili seperti seharusnya. Jika tidak, teman dan kerabat dekatmu atau orang tersayang di lingkunganmu akan menjadi korbannya. Lantas apa yang perlu kita lakukan? Berikut beberapa poin yang dapat kita lakukan ketika terjadi kejahatan seksual dan mengenal para predator seksual :

Segera putuskan hubungan.

Apabila anda atau salah satu rekan anda memiliki hubungan dengan seorang predator seksual, jangan ragu untuk memutuskan hubungan tersebut. Sedangkan apabila anda di sebuah organisasi atau komunitas yang salah satu anggotanya merupakan pelaku kejahatan seksual, segeralah laporkan tindakannya agar bisa diusut lebih lanjut.

Untuk organisasi atau komunitas, jangan malu untuk mengakui kepada publik bahwa salah satu anggota adalah seorang pelaku kejahatan seksual. Beri sikap yang tegas, tidak mentolerir segala perilaku atau perbuatan seksual dan memberikan hukuman kepada pelaku dengan mencopot keterkaitan atau kepengurusannya dalam arti lain mengeluarkan pelaku dari organisasi atau komunitas dan tidak akan melibatkan pelaku pada kegiatan apa pun ke depannya.

Sebarkan info pelaku, bukan korban!

Apabila anda menemukan kasus pelecehan seksual di internet, sebarkan foto dan identitas pelaku agar tidak adanya korban lain. Maksut lain untuk tidak memberi ruang kepada predator seksual yakni memperkecil kesempatan pelaku untuk melenggang bebas di mana pun. Hal ini bisa dicapai dengan menyebut nama dan identitas pelaku dengan jelas dan lengkap. Pelaku bisa saja hilang, tapi tidak akan pernah bisa lari. Jejaknya abadi.

Desak Pelaku

Mendesak pelaku untuk mengakui perbuatannya, menuntut pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan meminta maaf kepada korban dan publik secara terbuka. Bawa kasus ke ranah hukum apabila memungkinkan, sehingga pelaku benar-benar mendapatkan ganjarannya.

Tindakan Lanjutan

Dukung segala hal yang mengarah pada penyelesaian kasus dan bersedia menjadi perbantuan jika dibutuhkan. Evaluasi kepada seluruh ruang kolektif yang berafiliasi dengan pelaku agar selalu waspada sehingga tidak ada kejadian seperti ini lagi di kemudian hari.

Adanya edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual, pembekalan mengenai bentuk pelecehan seksual demi terciptanya ruang aman terhadap siapapun baik laki-laki, perempuan, maupun non-biner di dalam ruang kolektif apapun di mana pun.

Selain langkah untuk tidak memberi ruang pada para pelaku, jangan lupa untuk mendampingi korban dan kawal terus kasus sampai tuntas. Kasus tindak kejahatan seksual tidak akan mungkin dapat selesai dan dicapai tanpa kerja keras serta kerjasama antar semua pihak.

Korban yang kuat, tak gentar dan berani, tim pendamping yang hebat, kooperatif dan suportif, serta pihak-pihak lain yang turut serta merta mendukung dengan berbagai cara.

Kepada siapapun kalian yang menemukan kasus seperti ini diharapkan untuk turut membantu mengawasi gerak gerik pelaku dimana pun. Jangan biarkan para predator seksual bebas berkeliaran, tidak merasakan sedikit kesalahan sedikitpun dan  hidup baik-baik saja.

Akan tetapi para korban akan menanggung beban mental yang akan ia ingat seumur hidupnya. Terus dampingi para penyintas. Sekali lagi, pelaku kejahatan seksual melakukan kejahatan luar biasa sehingga apapun alasannya tidak bisa ditolerir.

Bawa pesan ini ke persekutuanmu: Lindungi dan dampingi korban. Kawal terus kasus sampai tuntas. Jangan pernah beri ruang untuk para predator seksual dimanapun!

*) Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNY

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *