Kebijakan dan Kebajikan Ulama Zaman Now

Posted by

Ulama mewarisi kebenaran, kebaikan, keteladanan, dan dakwah para nabi.

Ulama: orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam. Ulama salaf: para ahli ilmu agama mulai dari para sahabat Nabi Muhammad saw sampai ke pengikut terdekat sesudahnya; ulama yang mendasarkan pandangannya pada paham kemurnian ortodoks (berpegang teguh pada peraturan dan ajaran resmi, misalnya dalam agama). Ulama khalaf : ulama yang hidup pada masa sekarang. 

Wahai Nabi, sungguh Kami mengutus engkau sebagai saksi, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan sebagai orang yang mengajak kepada Allah dengan izin-Nya, serta sebagai pelita pemberi cahaya. Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang beriman, bahwa mereka akan memperoleh karunia yang besar dari Allah. (QS 33:45-47).

Ulama mendalami ilmu agama dan dan menjadi mundzirul qaum

Tidak sepatutnya orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa tidak sebagian dari setiap golongan di antara mereka pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. (QS 9:122)

Ulama takut kepada Allah swt.

Demikian pula di antara manusia, binatang melata dan hewan ternak, terdiri dari berbagai macam warna. Sungguh, yang benar-benar takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama; mereka yang berpengetahuan. Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun. (QS 35:28).

Ulama berpikir sebelum bertindak

Wahai orang-orang yang beriman, jika orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS 49:6).

Berpacu dalam kebaikan

Setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS 2:148).

Tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah melanggar syiar-syiar kesucian Allah, bulan-bulan haram, hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Apabila kamu telah menyelesaikan ihram, bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS 5:2).

Ulama saling mewasiatkan pada kebenaran dan kesabaran

Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS 103:1-3)

Ulama berdakwah amar makruf nahi munkar

Hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS 3:104)

Tugas ulama

(1) membacakan ayat-ayat Allah; (2) menyucikan pikiran dan akhlak manusia; (3) mengajarkan kitab Allah; (4) mengajarkan hikmah; (5) mengajarkan pengetahuan. (QS 2:151).

Fungsi ulama

(1) basyiran, memberi kabar gembira dan harapan; (2) nadziran, memberikan kesadaran kepada masyarakat; (3) da’iyan ilal haqq, memanggil kepada kebenaran hakiki; (4) sirajan muniran, memberikan pencerahan akal budi. (QS 33:45-47)

Ulama bertakwa kepada Allah swt

Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sungguh Allah melaksanakan urusan-Nya. Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS 65:2-4)

Ulama ditinggikan derajatnya

Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (QS 58:11)

Ulama tidak sama dengan yang bukan ulama

Apakah kamu, orang musyrik, yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran. (QS 39:9)

Ulama kaum pertengahan

Demikian Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang dahulu kamu berkiblat padanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan yang berbalik ke belakang. Sungguh, itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (QS 2:143).

Ulama seimbang dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan diliputi kesengsaraan, karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. (QS 3:112)

Ulama pertengahan dalam mengelola harta

Jangan jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan jangan pula terlalu mengulurkannya (boros) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal. (QS 17:29).

Ulama pertengahan dalam konsumsi

Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS 7:31)

Ulama seimbang antara orientasi duniawi dan ukhrawi

Carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi jangan lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan jangan berbuat kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (QS 28:77)

Ulama serius berikhtiar menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat

Di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS 2:201)

Ulama tidak mengikuti langkah-langkah setan.

Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan jangan ikuti langkah setan. Sungguh, setan itu musuhmu yang nyata. (QS 2:168).

Ulama tidak mempertuhan hawa nafsu, harta, dan jabatan.

(Allah berfirman), “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS 38:26)

Ulama tidak mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.

Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya. (QS 2:42)

Ulama tidak merasa paling pandai

Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui. (QS 12:76)

Ulama satu kata dengan perbuatan

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS 61:3)

Ulama bersama para nabi dan orang saleh

Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS 4:69)

2 comments

  1. Pertanyaan yg mungkin perlu direnungkan jawabnya adalah siapa sebenarnya yg disebut sebagai ulama itu. Nabi dan rasul jelas, karena ditunjuk dan diangkat oleh Allah. Sementara itu, siapa yg mengangkat dan menunjuk sebagai ulama. Disebutkan bhw ulama adalah pewaris nabi. Bolehkah setiap orang menyatakan diri sebagai yg disebut pewaris itu. Ulama adalah orang yg tahu. Pertanyaannya tahu tentang apa ? Kalau agama lebih pada menyangkut persoalan ruhaniah, maka seharusnya ulama adalah orang yg tahu tentang hal yg bersifat ruhani itu, misalnya disebut bhw segala sesuatu dari Allah dan kelak akan kembali. Bisakah misalnya seseorang yg menyatakan diri sebagai ulama telah tahu tempat kembali itu, jalan menuju kembali, hal apa yg seharusnya dipersiapkan agar bisa diterima kembali. Jika hal sederhana ini saja tidak bisa dijawab, sekalipun ijazah dan buku yg dibaca telah bertumpuk-tumpuk, maka apa boleh yang bersangkutan mengklaim bhw dirinya ulama yg sebenar benar ulama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *