Korupsi dalam Ibadah

Posted by

Oleh: Dedek Helida Pitra*)

masa-kini.id – Pernah membaca kisah orang yang taat beribadah tetapi masih korupsi? Atau peristiwa tentang seseorang yang asyik ngobrol dan main hape ketika azan sudah berkumandang? Bagaimana pendapat teman-teman sekalian terkait hal itu? Dalam hal ibadah kok masih main-main.

Ibadah memiliki banyak pengertian. Baik menurut sumber rujukan yang otoritatif, para dai dan mubaligh, serta lain sebagainya. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang di cintai dan diridhai Allah Swt, baik ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Ibadah merupakan tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepadaKu. Sesungguhnya Allah Dia lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56-58).

Kita sebagai manusia yang selalu mengerjakan amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari, dari mulai shalat dan melaksanakan aturan syariat agama lainnya, menunjukkan bahwa kita orang yang bersyukur kepada Allah. Karena Allah telah memberikan banyak rezeki dan nikmat kepada kita yang tidak mampu kita hitung dan tidak mampu kita balas.

Jadi usaha yang harus kita lakukan sebagai bentuk syukur atas semua rezeki dan nikmat tersebut adalah beribadah penuh rasa tanggung jawab dan jujur atas perbuatan tindakan merupakan salah satu bentuk kita telah menajalankan amal saleh dan perbuatan baik kita kepada Allah.

Ibadah yang baik, dapat menghindarkan kita dari perilaku menyimpang atau dalam bahasa hukum itu korupsi. Banyak kalangan pemuka agama atau pun guru-guru kita untuk pentingnya ibadah biar kita terhindar dari perbuatan menyimpang atau korupsi, baik itu tidak jujur lisan, tidak bertanggung jawab atas kewajiban kita dan lain sebagainya.

Permasalahan utama dari perilaku menyimpang atau korupsi adalah terhadap peribadahan kita, baik itu lisan maupun anggota badan. Dalam Al-Qur’an mengisyaratkan kita hal ini sebagai pangkal kecelakaan tindakan korupsi sesungguhnya. Al-Qur’an mengisyaratkan, ”Maka, celakalah orang-orang yang shalat; yang lalai dalam shalatnya; yang hanya pamer; yang tidak memberikan pertolongan.”

Perbuatan korupsi

Di banyak pengertian dan teori korupsi merupakan perbuatan menyalah aturan seperti suap, mencuri, berbohong dan perbuatan menyimpang lainya. Secara sederaha pada kehidupan sehari hari korupsi bisa kita lihat dari perilaku tercela yang dimiliki setiap orang dan berkaitan dengan individu pelaku korupsi itu sendiri.

Di Indonesia bisa dikatakan sudah menjadi budaya dari mulai tingkat anak-anak sampai orang dewasa, dari lingkungan keluarga sampai lingkungan negara. Meskipun lembaga anti korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK secara gencar memberantas para koruptor, akan tetapi korupsi yang sudah berubah menjadi budaya ini terasa sangat sulit untuk dihentikan dan diberantas.

Semakin menurunnya etika, moral dan keberadapan sikap seseorang yang tergambar dalam berbagai kasus-kasus yang menjadi sorotan adalah Kementrian Agama RI kita tercinta. Sudah banyak tulisan dimuat di berbagai media.

Banyak kasus korupsi yang terlihat dan yang belum terlihat tentu masih banyak dan menjadi persoalan bagi kita secara individu maupun kelompok. Perilaku mereka yang sudah beribadah tetapi perbuatan menyimpang tetap dijalankan, apakah ini yang namanya korupsi kita kepada Allah Swt?

Firman dari Allah Swt, “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) hartamu itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188)

Agama Islam sendiri juga membagi istilah korupsi dalam beberapa bentuk, yakni risywah atau suap, saraqah atau pencurian, dan al-gasysy atau penipuan dan juga khianat atau penghianatan. Sedangkan korupsi dalam pemahaman hukum Islam sendiri merupakan perbuatan yang tercela atau tidak bermoral dan menjadi dosa besar. Allah sendiri tentu melaknat perilaku tersebut.

Agar dapat terhindar dari perilaku menyimpang dalam korupsi dalam ibadah kita perlu melakukan beberapa hal. Pertama adalah niat semua rukun dan ibadah dimulai dengan niat, niat karena Allah tentunya berhubungan langsung dengan apa yang diperintah dan dilarang oleh Allah. Kalau niat kita sudah diluruskan sisanya biar Allah yang menentukan baik dan buruknya.

Kedua, kita harus bisa memahami pesan moral di setiap ibadah yang diturunkan oleh Allah, baik itu Al-Qur’an dan sunnah Rasullullah, salah satunya adalah pemahaman kita pentingnya shalat dan rukun iman yang kita jalani selama ini.

*) Penulis adalah Alumnus Prodi Ketahanan Nasional Program Pascasarjana Universitas Gajah Madah, Yogyakarta, dan Guru SMP Muhammadiyah 2 Depok, Sleman, Yogyakarta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *