Mencintai dan Meneladani Nabi Muhammad Saw.

Posted by
  • Cinta: suka sekali; kasih sekali; ingin sekali; berharap sekali; sayang benar; terpikat; rindu (KBBI).
  • Cinta adalah anugerah.
  • Cinta itu satu hati dalam dua tubuh.
  • Cinta itu memberi, bukan meminta, apalagi memaksa.
  • Cinta bukanlah buah pendekatan yang tekun dan lama. Bila tak ada kesesuaian hati, maka cinta itu tak akan terwujud dalam hitungan tahun, bahkan abad. (Kahlil Gibran)
  • Teladan: sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dsb).
  • Satu teladan lebih manjur, mujarab, daripada sepuluh nasihat.
  • Meneladan: mencontoh; meniru. Orang mudah meneladan yang mudah dan menyenangkan daripada meneladan yang sukar dan menyulitkan.
  • Meneladani: memberi teladan. Guru hendaklah meneladani murid-muridnya. 
  • Bershalawat atas Nabi : Allahumma shalli ‘ala Muhammad
  • Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (QS 33:56)
  • Rasulullah teladan orang beriman.
  • Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat serta banyak mengingat Allah. (QS 33:21)
  • Nabi Muhammad saw rahmat bagi alam semesta.
  • Kami tidak mengutus engkau, Muhammad, melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. (QS 21:107)
  • Nabi Muhammad saw diutus kepada semua umat manusia membawa berita gembira dan peringatan.
  • Kami tidak mengutus engkau, Muhammad, melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS 34:28)
  • Kami turunkan Al-Quran itu dengan sebenarnya dan turun dengan membawa kebenaran. Kami mengutus engkau, Muhammad, hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (QS 17:105)
  • Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab Al-Qur’an kepadamu, Muhammad, membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang orang yang tak bersalah, karena membela pengkhianat. (QS 4:105)
  • (Mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Kami turunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan. (QS 16:44)
  • Kami tidak menurunkan Kitab Al-Qur’an ini kepadamu, Muhammad, melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS 16:64)
  • Nabi Muhammad saw membawa pesan untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya
  • Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, Muhammad, dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya. (QS 4:59).
  • Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul Muhammad itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajibanmu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan jelas.” (QS 24:54)
  • Meminta izin kepada Nabi Muhammad saw dalam segala urusan
  • Yang disebut orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad, dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan Rasulullah sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu, mereka itulah orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka, apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 24:62)
  • Nabi Muhammad saw diutus untuk ditaati dengan izin Allah swt.
  • Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.Sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS 4:64-65)
  • Nabi Muhammad saw dan orang-orang beriman saling menyayangi serta senantiasa rukuk dan sujud.
  • Muhammad adalah utusan Allah. Orang-orang yang bersama dia tegas terhadap orang kafir, berkasih sayang sesama mereka. Kaulihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan ridha-Nya. Tanda mereka tampak pada wajah bekas sujud… (QS 48:29)
  • Rasulullah berakhlak Al-Quran.
  • Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, 2. dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila. 3. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. 4. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (QS 68:1-4)
  • Nabi Muhammad saw senantiasa shalat malam.
  • 1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! 2. Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, 3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, 4. atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. 5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. 6. Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan. (QS 73:1-6)
  • 1. Wahai orang yang berkemul (berselimut)! 2. bangunlah, lalu berilah peringatan! 3. dan agungkanlah Tuhanmu, 4. dan bersihkanlah pakaianmu, 5. dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, 6. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. 7.  Dan karena Tuhanmu, bersabarlah. (QS 74:1-7)
  • Pengalaman pribadi Nabi saw dan orang-orang beriman:
  • 1. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah), 2. dan demi malam apabila telah sunyi, 3.  Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, 4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. 5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu), 7. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, 8. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. 9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. 10. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). 11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur). (QS 93:1-11)
  • 1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? 2. dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, 3. yang memberatkan punggungmu, 4. dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. 5. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, 6. sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. 7. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), 8. dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap. (QS 94:1-8)
  • Menerima apa saja yang diberikan Rasulullah saw.
  • Harta rampasan dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat, anak yatim, orang miskin dan untuk orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS 59:7)
  • Mencintai Allah dengan mengikuti Rasulullah saw.
  • Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 3:31)
  • Nabi Muhammad saw murah hati, suka bersedekah, pemaaf, bijaksana, saleh, sederhana, ikhlas.
  • “Siapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, dipahamkan mendalam agamanya.”
  • “Aku tinggalkan padamu dua perkara; engkau tak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh padanya, yakni Kitab Allah dan sunnahku.”
  • “Amal yang paing disukai Allah swt: Shalat pada awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjuang di jalan Allah.”
  • “Akhlak Rasulullah saw adalah Al-Quran.”
  • “Gunakan lima hal sebelum datang lima hal: muda sebelum tua; sehat sebelum sakit; kaya sebelum miskin; luang sebelum sibuk; hidup sebelum mati.”
  • “Yang mengikuti mayit itu tiga: keluarga, kekayaan, dan amalnya. Yang dua pertama kembali, dan yang satu terakhir menyertai, yakni amalnya.”
  • “Janganlah merendahkan kebaikan apa pun, walau hanya menyambut temanmu dengan manis muka.”
  • “Siapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia mendapat pahala sama dengan pahala orang yang mengerjakannya.”
  • “Rasulullah saw selalu berdzikir setiap saat.”
  • “Dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat di timbangan serta disukai Allah swt: Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil ‘azhim.”
  • “Perbendaharaan dari surga: La haula wala quwwata illa billah.”
  • Siapa yang meninggal dunia, putuslah amalnya, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang berguna, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.”

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *