Mengenal Al-Makin, Rektor UIN Sunan Kalijaga 2020-2024

masa-kini.id. – Jum’at tanggal 10 Juni 2020 adalah hari yang dinantikan Civitas Akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tepatnya, jam 14.00 di Jakarta Menteri Agama melantik rRektor baru. Setelah beberapa bulan terjadi kekosongan jabatan baik di rektorat maupun di fakultas yang sebelumnya ditunjuk Plt. Rektor dan Plt. Dekan.

Masa kepemimpinan sebelumnya, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA. Ph.D sudah selesai sejak Mei 2020. Selain itu, beliau ditunjuk dan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta pada Rabu 5 Februari 2020. Keberlanjutan kepemimpinan setelah Rektor 2016-2020 kemudian dilanjutkan Dr. Phil. Sahiron, MA. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum sebagai Plt Rektor sambil menunggu ketetapan Rektor baru yang defenitif. Selain itu, jabatan lain mulai dari dekanat delapan fakultas di UIN Sunan Kalijaga pun sudah selesai per 1 Juli 2020.

Proses pemilihan calon rektor sudah dimulai jauh sebelum masa kepemimpinan Rektor habis. Panitia pemilihan yang diketuai Dr. Ahmad Bahiej, SH. M.Hum pun mulai bekerja sejak Januari 2020 di mana SK pengangkatannya No. 1 Tahun 2020. Atas inilah, panitia menetapkan serangkaian jadwal untuk menentukan orang nomor satu di UIN Sunan Kalijaga.

Akhirnya terjaring 9 nama calon rektor dan ke semuanya memenuhi persyaratan yang diharuskan panitia. Kesembilan nama tersebut berasal dari Fakultas Ushuluddin dan Fakutas Syari’ah masing-masing tiga nama, Fakultas Tarbiyah dua nama dan seorang dari Fakultas Adab. Kesembilan calon tersebut menjalani fit and propper test oleh team yang dibentuk Kemenag pada 29 dan 30 Juni 2020. Seminggu kemudian ditetapkan Rektor defenitif melalui SK Menteri Agama tertanggal 8 Juni 2020 dengan SK nomor 018527/B.II/3/2020 dan dilantik pada tanggal 10 Juli 2020.

Bagi Civitas Akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Phil Al Makin merupakan sosok muda yang progresif. Beliau adalah sosok yang melakukan trobosan dalam pengelolaan jurnal di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lewat LP2M di mana selama masa Pak Rektor Yudian beliau menjabat. Beliau juga mencoba membuat rumah jurnal dan beragam afirmasi nyata dalam menghidupkan jurnal di kampus yang sudah memiliki 70 buah jurnal satu di antaranya sudah dalam peringkat Q2 Scopus dan 16 lainnya di Sinta 2.

Model riset yang dikembangkan Prof Al Makin pun menjadi bagian yang dikembangkan Kemenag. Selain itu inovasi riset pun dapat dijumpai dalam kluster penelitian d UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setidaknya, melalui tangan dinginnya dana riset selalu meningkat dari tahun ke tahunnya.

Beliau sebagai Ketua LP2M dan segudang kegiatan lainnya masih menyempatkan terjun ke lapangan dalam melakukan penelitian. Beliau dengan konsen utama nabi-nabi nusantara selalu melakukan pembaruan dan mencarinya data terkini ke pelosok Indonesia. Beliau pernah menceritakan tradisi ini dengan menelusuri pantai dan pulau yang eksotik juga dengan keragaman alam di dalamnya yang sangat menarik bagi petualang. Kegemaran lain adalah menyelam di lautan dengan beragam pengalaman yang menarik.

Hobi yang tidak banyak dilihat orang adalah melukis. Hasil goresan yang dilakukan dalam kanvas sudah banyak jumlahnya. Lukisan yang dihasilkan adalah seperti lukisan tokoh-tokoh Nasional sepertia Gus Dur, Buya Syafi’i dan tokoh lainnya.

Beliau menikah dengan gadis Banyumas yang bernama Ro’fah pada 13 Februari 1999. Isterinya juga sebagai ASN di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menjadi Ketua Prodi IIS Pascasarjana. Pernikahan tersebut keduanya dikarunia dua anak perempuan dan laki-laki. Kedua anaknya adalah Nabia Perennia dan Arasy Dei yang barusan anak keduanya berulang tahun ke-17 tanggal 6 Juli 2020.

Prof. Al Makin sendiri memulai karirnya sebagai dosen di almamaternya sendiri yakni di IAIN Sunan Kalijaga pada akhir tahun 2001. Dalam waktu yang tidak lama, hanya dalam waktu 17 tahun dapat menduduki jabatan tertinggi di dunia kampus yakni tanggal 9 November 2018 beliau dikukuhkan guru besar. Keahlian beliau adalah dalam bidang Filsafat sebagaimana tertuang dalam SK Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.14422/A2.3/KP/2018.

Sebelumnya, Al Makin pemuda kelahiran Bojonegoro tahun 1972, pada tahun1991 masuk menjadi mahasiswa di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan mendapatkan beasiswa dari Supersemar selama kuliah 1992-1995. Beliau tercatat sebagai lulusan Jurusan Tafsir Hadis tahun 1996. Selanjutnya, Al Makin dengan beasiswa CIDA selama dua tahun 1997-1999 melanjutkan studi di McGill University Montreal Canada dan beliau lulus tahun 1999 dengan gelar Master of Art. Pada tahun 2005, melanjutkan studi doktor Heidelberg Jerman. Beliau kuliah dengan beasiswa DAAD Jerman dan lulus dengan gelar Ph.D tahun 2008.

Pengalaman belajar di luar negeri tersebut selama lima tahun baik di Canada maupun di Jerman tersebut dilengkapi dengan pengalaman sebagai dosen tamu dan peneliti. Setidaknya, beliau menjadi peneliti di almamaternya Canada tahun 2008-2009 dan menjadi peneliti dan dosen tamu di IKGF Ruhr University Jerman tahun 2009-2010. Beliau juga pernah menjadi dosen tamu di National University of Singapora (NUS) tahun 2011-2012.

Beragam pengalaman tersebut menjadikan sosok Al Makin sebagai dosen yang rajin melakukan penelitian dan menulis. Sehingga terlihat dari kecepatannya menjadi guru besar. Tulisan beliau banyak di jurnal bereputasi internasional dan buku-bukunya tiga buah diterbitkan luar negeri dan enam buah dalam negeri dengan penerbit yang monumental pula. Selain itu juga dengan penulis lain melalui tulisan bunga rampai.

Tulisan beliau sampai sekarang bisa dinikmati di beragam koran nasional dan media online nasional. Beliau aktif menuliskan goresan penanya dengan baik. Bahkan pemikiran beliau juga dapat dinikmati pada chanel youtube.

Pengalaman beliau dalam kancah internasional menjadikan harapan besar dalam mewujudkan UIN Sunan Kalijaga sebagai Perguruan Tinggi berkelas dunia semakin terbuka lebar. Ide-ide segar dan apa yang sudah dilakukan dapat menjadikan SDM baik dosen dan tenaga kependidikan mampu menggelobal dengan tumbuhnya karya-karya bereputasi dan sekaligus mampu meningkatkan posisi UIN Sunan Kalijaga di kancah nasional di lingkup PTKI.

Melalui kegelisahan beliau dalam pengukuhan guru besarnya dalam rangka mewujudkan ilmuwan yang independen mampu meningkatkan performa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal tersebut sudah dimulai dengan meningkatkan kualitas perjurnalan di dalalnya melalui rumah jurnal dan anggaran yang diberikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *