Menyiapkan Generasi Bersaudara, Rukun, dan Damai

Posted by
  • Inna fi yadisy-syubbani amral ummati // wa fi iqdamiha hayataha – Di tangan generasi mudalah urusan umat // pada langkah-langkah majunya bergantung kehidupannya.
  • Syubbanul yaumi rijalul ghadi – Generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan.
  • Innal fata man yaqulu ha ana dza // wa laisal fata man yaqulu kana abi – Pemuda sejati ialah yang berkata, “Inilah aku.” // Bukanlah pemuda sejati yang berkata, “Itulah prestasi Bapakku.”
  • Tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjuang dan kepribadian sendiri yang terwujud dalam kebudayaannya, perekonomiannya, wataknya, dan lain-lain.
  • Tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran jika tidak percaya kepada suatu pandangan hidup yang memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar.
  • Bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku, agama, dan golongan. Sungguhpun berbeda-beda, tetapi satu tujuan, yaitu meraih kebahagiaan hidup di dalam bingkai persaudaraan.
  • Pluralitas suku bangsa, bangsa, agama, dan golongan merupakan pendorong untuk berkompetisi dalam kebaikan dan penuntun perjalanan menggapai kemajuan.
  • Manusia beriman mempunyai dua dimensi hubungan yang harus seimbang dan harmonis, yakni hubungan vertikal dengan Tuhan dan horizontal dengan sesama.
  • Interaksi manusia dengan sesamanya didasari keyakinan bahwa semua manusia adalah saudara. Semakin banyak persamaan, semakin kokoh pula persaudaraan. 
  • Kunci persaudaraan dan kebahagiaan hidup adalah kerukunan sesama warga tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, agama dan golongan.  
  • Kerukunan adalah kesepakatan yang didasarkan pada kasih sayang yang mencerminkan persatuan dan persaudaraan. (QS Al-Hujurat/49:13).
  • Manusia memiliki lima dimensi persaudaraan: (1) persaudaraan sesama manusia – ukhuwah basyariyah; (2) persaudaraan pertalian darah – ukhuwah nasabiyah; (3) persaudaraan perkawinan semenda – ukhuwah shihriyah; (4) persaudaraan suku dan bangsa – ukhuwah sya’biyah; (5) persaudaraan sesama pemeluk agama – ukhuwah diniyah; dan (6) persaudaraan seiman-seagama – ukhuwah imaniyah.
  • Persaudaraan sesama manusia ditunjukkan oleh sebutan Bani Adam yang menyatukan manusia dalam ikatan keluarga dan persaudaraan universal. (QS Al-A’raf/7:26).
  • Persaudaraan seiman dan seagama dicanangkan Allah swt  dalam QS Al-Hujurat/49:10.
  • Untuk memelihara kerukunan, orang niscaya menahan diri dari memperolok, prasangka, saling memata-matai, dan menggunjing. (QS Al-Hujurat/49:11-12).
  • Orang-orang beriman niscaya bersatu-padu, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah. (QS Ali Imran/3:103).
  • Kebinekaan agama meniscayakan sikap mengakui dan menghormati agama-agama selain agamanya tanpa menyamakan dan membenarkan semuanya.
  • Kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama memperoleh landasannya pada firman Allah QS Al-Mumtahanah/60:8.
  • Dalam hal akidah dan ibadah, tidak ada kerjasama dan kompromi antar pemeluk agama-agama. (Al-Kafirun/109:1-6).
  • Persaudaraan iman dan persaudaraan kebangsaan adalah sekaligus. Seseorang melaksanakan ajaran agamanya sekaligus mendukung nilai-nilai baik bangsanya.
  • Tips menjaga kerukunan dan persaudaraan: (1) membangun persahabatan; (2) saling menolong dan bekerja sama dalam kebaikan; (3) menjaga kehormatan saudara; (4) saling memaafkan dan berbaik sangka; (5) saling mendoakan.
  • Perdamaian adalah dambaan setiap umat manusia. Agama sangat berperan untuk memperbaiki, mewujudkan, dan mengokohkannya.
  • Setiap agama memiliki nilai kasih sayang, penghargaan, persaudaraan, keadilan, kerendahan hati, kerja sama, tanggung jawab, perdamaian, kebahagiaan, dan toleransi.
  • Keimanan, kepercayaan, dan keyakinan setiap agama tidak membenarkan tindakan kekerasan apa pun terhadap pemeluk agama yang sama ataupun agama yang berbeda.
  • Setiap pemeluk agama niscaya menghormati dan menghargai kepercayaan dan keimanan yang dianut oleh kelompok lain.
  • Para pemuka agama hendaknya menyumbangkan pemikiran tentang agama sebagai kekuatan untuk mewujudkan perdamaian dan peran konstruktif para pemeluknya. 
  • Prinsip belas kasih di dalam jantung seluruh agama mengimbau kita untuk selalu memperlakukan semua orang lain sebagaimana kita sendiri ingin diperlakukan.
  • Belas kasih mendorong kita untuk menghapuskan penderitaan sesama manusia dan memperlakukan setiap orang  dengan keadilan, kesetaraan, dan kehormatan mutlak.
  • Bertindak atau berbicara kasar karena kebencian dan menghasut dengan merendahkan orang lain merupakan penyangkalan kemanusiaan kita bersama.
  • Tugas pemuka agama mengembalikan belas kasih ke pusat moralitas dan agama serta mendukung apresiasi positif atas keragaman budaya dan agama. 
  • Tugas pemuka agama menjadikan belas kasih sebuah kekuatan yang dinamis menembus batas-batas politik, dogmatis, ideologi, dan agama sebagai jalan menuju pencerahan.
  • Pemuka agama melakukan pemulihan dan pembangunan kembali serta mendorong perdamaian berkelanjutan menuju masyarakat dunia yang demokratis, aman, dan damai.
  • Menjadikan Pancasila sebagai prinsip pemberadaban manusia dan bangsa Indonesia, penghapusan kekerasan, ketidakadilan, dan kesenjangan hidup. 
  • “Dunia ini sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia, tetapi tidak pernah cukup untuk memuaskan keserakahan seorang anak Adam saja.” (Mohammad Ali Jinnah)
  • “Saya tidak melihat dosa yang lebih besar daripada menindas mereka yang tidak bersalah dengan mengatasnamakan Tuhan.” (Mahatma Gandhi)
  • “Agama dan filsafat adalah dua sendi kehidupan yang sama-sama dipakai dan sama-sama dipelihara.” (Immanuel Kant)
  • Allah swt Maha Damai dan Sejahtera. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata; Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Maha Raja, Mahasuci, Maha Damai dan  Sejahtera, Maha Mengaruniakan keamanan, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Tinggi. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan. Dialah Allah, Pencipta, Yang mengadakan, Pemberi bentuk dan rupa. Milik-Nya asma` al- husna (nama-nama Allah yang terbaik). Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Hasyr/59:22-24).
  • Menghindari perbantahan dan perselisihan serta bersabar. Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; janganlah berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu gentar dan kehilangan kekuatanmu, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Anfal/8:46). Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kamu. Jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), bila kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisa`/4:59).
  • Taman surga kampung damai. Allah menyeru manusia ke darussalam (surga, kampung damai), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS Yunus/10:25)
  • Buah tomat buah delima, buah naga di perkebunan. Wahai umat beragama kita jaga kerukunan.
  • Hidup rukun, hebat. Hidup damai, dahsyat.
  • Berhentilah berseteru, mulailah bersatu.
  • Berhentilah bersilang pendapat, mulailah mencari mufakat.
  • Damai itu indah
  • Damai itu berkah
  • Damai itu ceria dan menceriakan
  • Damai itu senang dan menyenangkan
  • Damai itu bahagia dan membahagiakan
  • Damai itu dinamis dan romantis

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *