Mozaik Kehidupan

Posted by

Mahasuci Dia Yang di tangan-Nya kerajaan; Dia berkuasa atas segalanya,- Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa di antara kamu yang beramal lebih baik. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. (QS Al-Mulk/67:1-2).  

Setiap orang tahu jalan menuju sukses, tetapi tidak semua berhasil menempuhnya. Cerita tentang kehidupan anak manusia mendedahkan bahwa hidup ini tidak selalu mudah, indah, dan ceria. Kadang diliputi kabut dan duka. Itulah yang menjadikan hidup makin hidup dan bermakna. Tanpa dinamika hidup menjadi hampa.

Setiap anak manusia terlahir dalam bentuk yang terbaik. Kemudian Allah mengembalikannya dalam kondisi serendah-rendahnya, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan, maka bagi mereka pahala yang tiada putusnya. (QS 95:4-6). Demikianlah, setiap orang dibekali potensi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Tentang kodrat manusia, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya setiap orang dari kalian terhimpun dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama 40 hari. Kemudian menjadi ‘alaqah (zigot) selama itu pula, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian Allah mengirim malaikat membawa empat ketetapan dan berfirman  kepadanya, “Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, dan sengsara atau bahagia.” Lalu ditiupkan ruh kepadanya. Sungguh seseorang di antara kalian akan ada yang beramal, hingga dekat dengan surga kecuali sejengkal saja, lalu didahului oleh catatan (takdir) hingga ia beramal dengan amalan penghuni neraka. Ada juga seseorang yang beramal hingga dekat dengan neraka, kecuali sejengkal saja, lalu didahului oleh catatan (takdir) hingga ia beramal dengan amalan penghuni surga.” (HR Bukhari). 

Hadis tersebut sejalan dengan firman Allah swt tentang proses penciptaan manusia dalam rahim ibu.

Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari pati tanah. Kemudian Kami jadikan dia air mani yang tersimpan di tempat yang kukuh sekali (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan gumpalan daging (janin), dan gumpalan daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Dan Kami kembangkan menjadi makhluk berbentuk lain lagi. Maka, Maha sucilah Allah, Pencipta Terbaik. Kemudian kamu sesudah itu benar-benar akan mati. Kemudian pada hari kiamat kamu dibangkitkan kembali. (QS 23: 12-16).

Melalui hadis tersebut di atas Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa Allah swt memerintahkan malaikat menuliskan untuk manusia amal, rezeki, ajal, dan sengsara atau bahagia, lalu ditiupkanlah ruh kepadanya. Amal, rezeki, ajal, jodoh, dan nasib sengsara atau bahagia itu berhubungan dengan ikhtiar manusia untuk memperolehnya. Sebesar usaha manusia  sebesar itu pula perolehannya. Hal itu sejalan dengan firman Allah swt, 

Bahwa yang diperoleh manusia hanya apa yang diusahakannya. Bahwa usahanya akan segera terlihat. Kemudian ia akan diberi balasan pahala yang sempurna. (QS 53:39-41).

Berkenaan dengan ruang takdir dan ikhtiar, Mohammad Iqbal berpesan, “Berusahalah sehebat-hebatnya, hingga ketika hendak menetapkan takdirmu Tuhan perlu berkomunikasi, takdir macam apa yang kau inginkan.” Tentang doa dan usaha, KH Hasyim Muzadi menyatakan, “Doa adalah usaha batiniah, sedangkan usaha adalah doa lahiriah.”

Benih manusia adalah seperti tumbuh-tumbuhan. Mula-mula ditanam dalam rahim ibu. Hari demi hari tumbuh dan berkembang, dan setelah genap sembilan bulan lahirlah ia ke dunia. Setiap anak manusia bertumbuh menuju takdirnya menemukan rencana Tuhan untuk dirinya.

Mula-mula sang anak tumbuh dalam asuhan ibunya. Ia pun butuh arena belajar lebih luas di luar rumahnya. Ia bermain dengan teman-teman sebaya. Lalu menempuh pendidikan di sekolah. Tibalah saatnya berumah tangga dengan bekal pendidikan yang berguna.

Sebagaimana hari-hari tak selalu cerah, begitu pula perjalanan hidup keluarga muda tak selalu ceria. Kadang ada riak-riak kecil, dan kadang ada gelombang yang tak terhindarkan. Sebagian pasangan hidup baru itu pasrah dan sebagian yang lain tak mau menyerah kalah.

Tugas manusia adalah berusaha sambil berdoa. Tak ada kamus putus asa bagi orang yang bertuhan. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah; taka da orang yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali golongan orang tak beriman (QS 12:87).

Kunci sukses usaha manusia dalam menjalani kehidupannya ialah tawakal dan takwa kepada Allah swt. Siapa yang bertakwa, niscaya Dia membukakan jalan ke luar dan membukakan rezeki dari sumber yang tak diduga-duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, cukuplah Dia baginya. Pasti Allah menyelesaikan tujuan-Nya. Sungguh, Allah telah mengatur segala sesuatu menurut ukuran… Siapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan kemudahan. (QS 65:2-4).

Al-Quran mengungkapkan pengalaman nyata kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai berikut,

Demi cahaya pagi yang gemilang.

Dan demi malam bila sedang hening.

Tuhanmu tidak meninggalkan kau dan tidak membencimu.

Sungguh, yang kemudian itu akan lebih baik bagimu daripada yang sekarang.

Kelak Tuhanmu pasti memberimu apa yang menyenangkan kau.

Bukankah Dia mendapatimu sebagai yatim, lalu melindungimu?

Dan Dia mendapati kau tak tahu jalan lalu memberi bimbingan.

Dan Dia mendapati kau dalam kekurangan, lalu memberi kecukupan?

Sebab itu, janganlah kau berlaku sewenang-wenang kepada anak yatim.

Dan orang yang meminta, janganlah kau bentak.

Dan nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu siarkan. (QS 93:1-11).

Ketika wahyu kepada Nabi Muhammad saw terhenti sementara waktu, orang-orang musyrik berkata, “Tuhannya Muhammad telah meninggalkan dan benci kepadanya.” Maka, turunlah ayat ketiga di atas untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.

Akhir perjuangan Nabi Muhammad saw akan menjumpai kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan, dan kehidupan akhirat beserta segala kesenangannya lebih baik daripada kehidupan dunia.

Dalam surat berikutnya Allah swt berfirman,

Bukankah telah Kami lapangkan dadamu?

Dan Kami singkirkan darimu bebanmu.

Yang telah memberatkan punggungmu?

Dan Kami angkat namamu.

Maka, sungguh, bersama setiap kesulitan ada kemudahan.

Sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan.

Karenanya, jika engkau telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah urusan yang lain.

Dan hanya kepada Tuhanmu tujukanlah perhatianmu. (QS 94:1-8).

Nabi Muhammad saw mengalami banyak kesusahan dalam menyampaikan risalah. Allah swt pun meninggikan derajat dan menyertakan namanya dalam kalimat syahadat: Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah.

“Hidup ini seperti naik sepeda; supaya tidak jatuh kita harus terus berjalan.” (Albert Einstein).

 “Berhenti tak ada tempat di jalan ini. Sikap lamban berarti mati. Siapa bergerak, dialah yang maju ke depan. Siapa berhenti, sejenak sekali pun, pasti tergilas.” (Mohammad Iqbal).

Bila Anda berjumpa dengan orang yang hebat dan mengagumkan, ketahuilah bahwa ia telah melakukan apa yang belum Anda lakukan.[]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *