Nabi Panutan dalam Narasi Al-Quran

Posted by

Kami mengutus rasul-rasul hanya supaya memberi kabar gembira dan peringatan; tetapi orang-orang kafir membantah dengan cara yang nista untuk menggugurkan kebenaran; dan ayat-ayat-Ku, serta apa yang diperingatkan kepada mereka, mereka jadikan bahan ejekan.

(QS 18:56)

Nabi Muhammad hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Akankah mukmin berbalik ke belakang jika dia wafat atau dibunuh? Siapa yang murtad tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.

Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak pula menyerah kepada musuh. Allah mencintai mereka yang sabar.

Mereka berdoa, “Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dia mencintai mereka yang berbuat kebaikan. (QS 3:144-148)

Tuhan perintahkan Muhammad berkata, “Sesungguhnya aku hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka siapa yang mengharap pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah mengerjakan kebajikan dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya dalam beribadah.” (QS 18:110)

Ada beberapa rasul yang telah Dia kisahkan kepada Muhammad sebelumnya dan ada beberapa rasul lain yang tidak dikisahkan. Rasul-rasul itu sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah mereka diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa ia pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang ia tidak merasa takut. Allah mengetahui apa yang tidak ia ketahui. Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap tegas kepada orang-orang kafir, berkasih sayang kepada sesama mereka. Mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud.

Berkat rahmat Allah Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya ia bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarnya. Karena itu hendaklah ia memaafkan mereka dan memohonkan ampunan untuk mereka, dan bermusyawarah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila telah membulatkan tekad, maka hendaklah bertawakal kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

Jika Allah menolong Muhammad, maka tidak ada yang dapat mengalahkannya, tetapi jika Allah membiarkannya, maka siapa yang dapat menolongnya setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja mukmin bertawakal.

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Siapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi. (QS 3:159-161)

Jika mukmin tidak menolong Muhammad, sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir mengusirnya dari Mekah; sedang dia salah satu dari dua orang ketika mereka dalam gua. Ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantu dengan bala tentara malaikat yang tak terlihat, dan menjadikan seruan orang-orang kafir rendah. Firman Allah itulah yang tinggi. Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS 9:40)

Atas instruksi Tuhan Muhammad mengatakan, “Al-Qur’an itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Mereka berkata, “Mengapa Rasul Muhammad ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya agar memberikan peringatan bersama dia, atau mengapa tidak diturunkan kepadanya harta kekayaan atau kebun, sehingga dia dapat makan dari hasilnya?” Orang-orang zalim itu pun berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” (QS 25:6-8)

Tuhan tidak mengutus rasul-rasul sebelum Muhammad melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Tuhan jadikan sebagian sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah mereka bersabar? Tuhan Maha Melihat. (QS 25:20)

Tidak pantas bagi laki-laki dan perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan lain tentang urusan mereka. Siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, dia tersesat dengan kesesatan yang nyata. (QS 33:36)

Allah telah menolong kaum mukminin di banyak medan perang, dan Perang Hunain, ketika jumlah yang besar itu membanggakan mereka, tetapi jumlah yang banyak itu sama sekali tidak berguna bagi mereka, dan bumi yang luas itu terasa sempit, kemudian mereka berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang.

Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara para malaikat yang tidak terlihat, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir. (QS 9:25-26)

Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpi mukmin berjumlah sedikit. Sekiranya Allah memperlihatkan mereka berjumlah banyak tentu mukmin menjadi gentar dan akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati.

Ketika Allah memperlihatkan mereka kepada mukminin, ketika mukminin berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan mukminin dan mukminin diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah hendak melaksanakan urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (QS 8:41-44)

Ketika Muhammad berangkat pada pagi hari meninggalkan keluarganya untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ketika dua golongan dari pihak mukminin ingin mundur karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Allah telah menolong Muhammad dan mukminin dalam perang Badar, padahal mereka dalam keadaan lemah. Karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, agar mensyukuri-Nya.

Ketika Muhammad mengatakan kepada orang-orang beriman, “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan dari langit?” “Ya cukup.” Jika mukminin bersabar dan bertakwa ketika musuh datang menyerang dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolong mereka dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS 3:121-125)

Muhammad tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang dia kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima  petunjuk. (QS 28:56)

Barangkali Muhammad akan mencelakakan dirinya karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan Al-Qur’an ini. Tuhan telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. Dia benar-benar akan menjadikan apa yang di atasnya  tanah yang tandus lagi kering. (QS 18:6-8)

Demi waktu duha, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhan tidak meninggalkan Muhammad, dan tidak pula membencinya, dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik baginya dari yang permulaan. Kelak Tuhan pasti memberikan karunia-Nya kepadanya, sehingga ia puas. Bukankah Dia mendapati Muhammad sebagai seorang yatim, lalu Dia melindunginya. Dia mendapatinya bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dia mendapatinya kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Maka terhadap anak yatim janganlah ia berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhan hendaklah ia nyatakan dengan bersyukur. (QS 93:1-11)

Bukankah Tuhan telah melapangkan dada Muhammad? dan Dia pun telah menurunkan beban yang memberatkan punggungnya, dan Dia tinggikan sebutan namanya. Maka, sungguh, beserta kesulitan ada kemudahan, beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila ia telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhannyalah ia berharap. (QS 94:1-8)

Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman,

bersalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya. (QS 33:56)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *