Pandemi Covid-19 di Indonesia

Posted by

Oleh: Bayu Prasetyo

masa-kini.id-Pandemi Covid-19 atau Corona ini adalah sebuah wabah yang sangat mengerikan bagi seluruh orang di dunia , pemerintah negara yang sudah terdampak virus ini pun mengeluarkan banyak peraturan baru terkait penanggulangan dan upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut seperti penerapan social distancing atau physical distancing dan juga lockdown. Namun lockdown saat ini hanya di lakukan dalam skala kecil yaitu lockdown di desa desa dan kota kecil, pemerintah sepertinya tidak mau melockdown satu negara ini mungkin karena pemerintah belum siap untuk menyiapkan logistik untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Sementara di beberapa kota besar sudah mulai menerpkan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar , namun entah karena masyarakat yang masih memiliki kesadaran yang rendah terhadap wabah ini atau pemerintah indonesia yang belum siap dan terkesan sembrono dalam mengeluarkan peraturan, contohnya dengan membebaskan napi yang malah berulah dan akhirnya masuk penjara lagi, padahal jika napi itu dibiarkan di dalam penjara dan meniadakan kunjungan saya rasa tidak mungkin yang ada di dalam bisa terkena virus dari luar.

Mudik pun saat ini dilarang namun ada beberapa blunder yang dilakukan oleh pemerintah, mudik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum di larang namun berberapa hari yang lalu bandara soekarno hatta malah dipenuhi penumpang, ironis bukan. Tak hanya itu penutupan McD Sarinah pun juga melanggar aturan PSBB dengan merayakan penutupan tersebut dan mengundang banyak perhatian masyarakat, jika begini terus bagaimana mata rantai virus tersebut bisa terputus jika pemerintah terlihat melakukan tebang pilih terhadap permasalahan terkait wabah ini.

Segala macam bentuk perkumpulan di larang namun bandara di buka itu sama saja dengan mencari penyakit karena ribuan orang berbondong bondong datang mengantre untuk membeli tiket pesawat. Saya rasa pemerintah harus lebih tegas dalam menerapkan peraturan jika ingin wabah ini segera berakhir.  Semoga pemerintah dan masyarakat dapat segera sadar akan bahaya wabah ini.

Beberapa waktu yang lalu kita telah menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan dalam keadaan virus corona ini masih berada di sekitar kita, pemerintah dan ulama pun mengeluarkan peraturan untuk meniadakan sholat tarawih berjamaah di masjid guna mencegah penyebaran virus tersebut, kemudian muncul berita di beberapa daerah di Indonesia ada jamaah yang positif corona di jemput oleh satuan tugas covid-19 setelah kemarin dia melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid.

Antara pemerintah yang masih kurang tegas dan masyarakat yang masih saja sulit diberitahu mengenai virus ini lah yang menyebabkan grafik corona di Indonesia semakin naik bukannya turun, ditambah lagi dengan beberapa postingan sosial media yang memperlihatkan orang orang yang masih saja berkumpul melakukan buka bersama ataupun dengan alasan silaturahmi nampaknya sulit untuk dibenarkan karena adanya pandemi ini.

Mereka seolah olah tidak memiliki empati terhadap tenaga kesehatan,pemerintah dan seluruh jajarannya serta masyarakat yang menaati peraturan agar pandemi ini segera berakhir, mereka mengabaikan orang orang di sekitarnya demi kepentingan pribadi.

Beberapa waktu yang lalu mendekati hari raya idulFitri hal yang menyedihkan terjadi lagi, orang orang berbondong bondong berdesakan menyerbu mal yang baru saja di buka, padahal sudah ada peraturan PSBB yang diberlakukan. Keesokan harinya muncul berita tentang salah satu kasir di mal tersebut yang positif corona, pasti orang orang yang berdesakan kemarin merasa cemas apabila mereka terkena virus tersebut.

Bodoh,sungguh bodoh jika mereka cemas karena perbuatan mereka sendiri, mereka yang mengabaikan peraturan dan malah sibuk berdesakan mencari baju baru untuk lebaran ditengah kondisi seperti ini. Seharusnya mereka sadar dengan apa yang terjadi jika mereka mengabaikan peraturan tersebut, mengapa masyarakat Indonesia ini sangat sulit untuk diatur.

Padahal peraturan ini demi kebaikan semua orang, Presiden pun mengatakan negara ini akan memberlakukan fase “ The New Normal “, yaitu kembalinya aktivitas seperti biasa namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada. Ada yang berpendapat the new normal atau herd imunity ini tanpa dilakukan vaksinasi sama dengan genosida, ya karena konsep dari herd imunity sendiri adalah membiarkan masyarakat terpapar virus dan mengorbankan beberapa persen populasi penduduk.

Kelompok masyarakat yang sembuh setelah terpapar virus tersebut diharapkan bisa menekan angka penyebaran virus tersebut karena mereka sudah kebal dengan virus tersebut, setelah itu mungkin bisa dibuat antibodi yang berasal dari kelompok yang sudah sembuh itu untuk menyembuhkan orang orang nantinya.

Semoga pandemi ini segera hilang,pemerintah makin tegas dan masyarakat semakin sadar, itu saja harapan saya, kita yang sehat dan waras sebaiknya dirumah saja dan meminimalisir keluar untuk sesuatu yang tidak perlu.

Bayu Prasetyo, mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Yogyakarta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *