Pesan Imam Suprayogo Hadapi Covid-19

Kita semua seharusnya banyak bersyukur kepada Allah, dengan anugerah-Nya kita mampu menjalani kehidupan ini sebaik-baiknya. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah, Muhammad saw., yang telah menunjukkan jalan hidup yang benar.

Menyadari bahwa sudah beberapa bulan terakhir ini, masyarakat di berbagai belahan dunia merasakan ketakutan terhadap datangnya wabah yang mematikan berupa virus corona. Ketakutan itu sangat beralasan karena wabah dimaksud sudah dinyatakan sebagai epidemi, artinya diakui sebagai wabah yang melanda dunia. Di beberapa negara, seperti China, Iran, Itali, dan disusul oleh negara-negara lainnya sudah sedemikian banyak orang yang menjadi korban dan meninggal dunia.

Untuk menyelamatkan diri dari wabah yang ganas tersebut maka sudah seharusnya dilakukan secara komprehensif, yaitu baik lahir dan batin, jasmani maupun ruhani, karena manusia pada hakikatnya adalah terdiri atas dua unsur tersebut. Pendekatan jasmani atau zahir dilakukan melalui pencegahan lewat sainstifik, sedangkan batin adalah melalui agama. Pendekatan sainstifik ditempuh di antaranya dengan cara menerapkan social distancing, menjaga kebersihan, pelayanan dan penanggulangan lewat rumah sakit dan lain-lain.

Sedangkan pendekatan lain yang tidak kalah penting dan strategis adalah lewat agama, yaitu melalui batin atau spiritual. Bagi umat Islam sebenarnya telah ditunjukkan oleh Allah dan rasul-Nya tempat berlindung yang aman bagi siapapun, bahkan iblis dan api neraka sekalipun tidak berani menjilatnya. Tempat itu disebut Baitullah yang ditandai oleh bangunan berupa Kakbah, berada di tengah-tengah Masjidil Haram. Bagi siapa saja yang berlindung di tempat mulia itu, ialah merasa berada di dalamnya, maka batinnya akan damai, aman, dan tenteram. Merasa artinya adalah mengingat tempat itu, atau disebut berhakikat, utamanya pada saat shalat lima waktu, dan dalam setiap berniat akan menjalankan perbuatan penting lainnya. Siapapun akan merasa aman karena berada di tempat aman. Al Qur’an menyebut: “Siapa saja yang memasuki tempat ini akan aman”. Siapapun yang hatinya merasa aman, tenang, dan jiwanya damai, maka akan berdampak pada ketahanan tubuhnya, dan begitu pula sebaliknya.

Menghadapi epidemi berupa mewabahnya virus corona ini tidak cukup atau kurang komprehensif jika tidak didekati dengan dua wilayah sekaligus, yaitu zahir dan batin. Pendekatan zahir sebagaimana dilakukan oleh pemerintah dan berbagai kekuatan sosial lainnya selama ini. Sedangkan pendekatan batin atau spiritual dilakukan oleh masing-masing pribadi dengan cara berlindung kepada Allah dan rasul-Nya, yaitu senantiasa merasa berada di tempat mulia, yaitu Baitullah yang tempat itu ditandai oleh bangunan Kakbah, berada di tengah-tengah Masjidil Haram. Insya Allah dengan demikian kita semua, bangsa Indonesia akan aman, selamat, terhindar dari segala penyakit yang ganas dan menakutkan dimaksud. Semoga pandangan ini bisa dijadikan bahan pertimbangan, dan akhirnya mohon maaf, dan terima kasih.

Prof. Dr. H. Imam Suprayogo
Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *