Polemik Agama dan Politik Ditengah Merebaknya Covid-19

Posted by

Oleh: Nur Yasmin LZC*)

Semakin merebaknya virus corona atau yang dinamai Covid-19 di Indonesia, tidak membuat pemerintah segera mengatasi dengan serius. Sikap yang ditunjukan pemerintah ke publik malah membuat masyarakat Indonesia makin panik. Bagaimana tidak, sikap yang ditunjukkan seakan Covid-19 bukan lah masalah besar bagi negara yang memiliki 260 juta penduduk lebih.

Terbukti dari cara pejabat negara dalam menanggapi virus ini, mengeluarkan statment-statment dengan guyonan dan terlalu menyepelekan Covid-19, sebelum terdeteksi di Indonesia. Kini saat kasus Covid-19 terus melunjak pesat di Indonesia, pemerintah bagaikan kehilangan arah tidak tahu harus melangkah kemana.

Apalagi masyarakat Indonesia seakan semua persoalan harus dihubungkan dengan agama dan politik termasuk bencana Covid-19. Banyak kelompok tidak bertanggungjawab membingkai bencana Covid-19 jadi persoalan agama dan politik. Tentunya kelompok paling rentan ialah manula, salah satu kelompok paling keras kepala dalam membicarakan ranah agama dan politik.

Padahal yang kita butuhkan sekarang  perlunya menjunjung rasa kemanusiaan dalam menghadapi Covid-19, mengesampingkan perbedaan  politik maupun agama.  Justru sekarang masih ada kelompok yang menebarkan kebencian kepada sesama manusia hanya karena perbedaan pendapat tentang agama maupun politik.

Yang harus kita dengarkan sekarang adalah intruksi dari tenaga ahli medis dan ilmuwan untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19, bukan malah saling menyalahkan satu sama lain maupun menyebar statment ngawur dan hoax, para bazzer dan pemuka agama maupun pejabat publik yang tidak bertanggungjawab dalam mengeluarkan statment membuat masyarakat beranggapan bahwa Covid-19 tidak lah berbahaya bagi tubuh manusia, tinggal ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sama saja saat ikhtiar tanpa dibarengi dengan adanya tawakal.

Tanpa ada aksi nyata untuk menghindari diri dari Covid-19, bagaikan berserah diri menunggu kematian ditengah merebaknya Covid-19. Jika pengetahuan terbatas pada bidang agama maupun politik sebaiknya tidak keluar dari ranah kompetensinya.

Kita bisa belajar dari negara China, Korea, maupun Italia yang sudah duluan terkena Covid-19. Tanpa membatasi ras dan agama, tenaga ahli medis China terbang ke Italia. Bahu membahu dengan bangsa lain, bertekad memenangkan perang terhadap Covid-19.

Menanggani virus Corona yang menyerang seluruh umat manusia, tanpa beda agama dan aliran politik, bisakah kita tanggalkan nafsu perpolitik dan agama, ikhlas bekerjasama memberantas bersama demi pemulihan kesehatan masyarakat Indonesia?

*) Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *