Sahun

Posted by

Judul di atas, terambil dari surah Al-Maun/107: 5, adalah sebutan untuk orang-orang yang lalai terhadap shalat. Lalai, boleh dimaknai menunda-nunda shalat hingga kehilangan waktunya. Namun, makna yang lebih kontekstual ialah shalat yang dikerjakan sama sekali tidak berbekas dalam perilaku nyata keseharian.

Sahun tidak pasti untuk mereka, namun juga kita, atau lebih tepat lagi, untuk saya sendiri. Kalau shalat saya dan Anda beres, Insya Allah selesai segala keruwetan hidup ini. Betapa tidak, ketika dihantam masalah saja, perintah Allah adalah supaya kita minta pertolongan dengan sabar dan shalat. Tetapi, kita sering sahun.

Beragama yang bagus adalah selalu menggunakan indikator-indikator keburukan yang terdapat di dalam nas untuk meneropong kekurangan diri, bukan untuk mengintip kelemahan orang lain. Sebab, setiap ibadah dan kebaikan yang kita lakukan berada di wilayah “semoga”. Tidak ada yang tahu diterima atau tidak.

Shalat khusyuk, dengan begitu, tidak cukup hanya fokus dan menghayati saat mengerjakan. Yang lebih luas adalah terus berusaha membumikan nilai-nilai utama shalat. Karena, hidup ini bukan soal baik atau buruk, melainkan berjuang untuk memilih yang baik dari yang buruk, memilih yang benar dari yang salah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *