Sakit, Bukti Kasih Sayang-Nya

Posted by

Alhamdulillah mendapat anugerah dari Allah swt sebagai wujud kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya yang dhoif. Biasanya sering kita kehadiran sakit membuat sedih, kecewa, bahkan ada berontak. Sikap ini wajar, karena diawali dengan asumsi bahwa Tuhan tidak memberikan kasih sayang-Nya, karena dengan kehadiran sakit semua rencana menjadi batal, bahkan berantakan. Padahal semua mushibah yang ditimpakan kepada kita, boleh jadi merupakan bukti nyata kasih sayang-Nya.

Di pagi hari, sudah direncanakan dengan matang, mengawali Kamis, 19 September 2019, dengan mengajar tiga mata kuliah yang mulai dari pukul 7.30. Dengan istirahat antar mata kuliah dua kali dan berakhir pukul 15.00an. Tiba-tiba terasa sakit seakan-akan tertusuk-tusuk pada pinggang dan perut bagian bawah. Sebenarnya rasa sakit yang sama sudah pernah terjadi dua kali pada seminggu dan dua belas hari sebelumnya. Namun setelah kejadian kedua, mengikuti saran puteri terkecil untuk lakukan tes USG, diperoleh hasil ada potensi sakit saluran air kencing. Kondisi itulah yang diduga dapat mengakibatkan rasa sakit.

Yang semula berencana hadir ikuti proses penilaian calon dosen peserta program “Dosen Merenung” di Yogya yang direncakan pukul 16.00 tadi menjadi batal, karena setelah dilakukan pemeriksaan saya harus istirat di RS. Secara selintas ini bisa dinilai sebagai gangguan, namun di balik itu kita tidak tahu bahwa ada rahasia Allah swt yang belum bisa kita ketahui. Semoga banyak hikmah yang bisa dipetik.

Sikap marah dan menolak terhadap datangnya mushibah, dengan emosi yang bergejolak bukanlah sikap yang dikehendaki oleh Allah swt. Justru berdasarkan tuntunannya kita harus bersikap sabar. Sebagaimana firman-Nya, dalam QS Al Baqarah:155, yang berbunyi “Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ’i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn, yang artinya “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

Sabar sangatlah penting untuk menjaga hati dan kedamaian hidup. Jika kita tidak sanggup berbuat sabar, maka kedamaian kita terganggu. Bahkan kita harus mengingat betul bahwa sesungguhnya kita semua milik Allah swt dan kita akan kembali kepada-Nya. Sebagai Pencipta sangat terbuka mau menguji dan mengambilnya kapan saja. Namun kita sendiri yang kadang tidak mampu dan siap menghadapi realita itu. Dengan pemahaman diri yang baik, sangat mungkin kita bisa memudahkan untuk berbuat sabar.

Bahkan lebih dari itu, dengan hati yang tenang dan ikhlas menerima mushibah, diyakini dapat dengan mudah mengeksplorasi hikmah sebanyak-banyaknya, kita bisa meningkat syukurnya atas anugerah ini sehingga bisa tingkatkan taqwa dan ibadah kita, kita bisa terhindar dari sakit yang lebih berat, kita bisa terhindar dari kejadian yang tiba, kita bisa beristirahat cukup waktu yang bermanfaat bagi kesehatan bagian lainnya, dan kita bisa juga melakukan kontemplasi yang lebih baik. Kita bisa memperbaiki rancangan kegiatan ke depan yang lebih baik bagi kebaikan fisik, misalkan jadwal berolahraga, menjaga gizi makanan dan mengendalikan kecukupan waktu istirahat.

Memanaj kondisi badan sakit penting sekali, karena dengan memanaj yang baik insya Allah akan mempercepat proses kesembuhan. Kondisi tubuh kita antara fisik dan psikis tidak bisa dipisahkan. Kendatipun sementara yang sakit fisiknya, insya Allah dengan bersihkan pikiran dan hati kita, mudah-mudahan bisa menyempurnakan proses penyembuhan. Semoga Allah swt yang telah turunkan kasih sayang-Nya kepada kita lewat penyakit ini dapat membuat kita semakin taqarrub ilallaah. Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *